Jumat, 03 Juli 2009

“Seyum Dan Ilusi Kami”

Hari ini semu terlihat biasa saja, semua melakukan rutinitas yang memang seharusnya di lakukan. Berkerja maupun terdiam terkapar di bawah kolong jembatan karena tidak mempunyai perkerjaan. Semua sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bagi mereka hari ini penuh dengan kewajaran tanpa adanya kejanggalan. Ini menjadi sebuah keuntungan bagi kami untuk menjajah dan mengeskplotasi negara ini. Negara yang kaya akan sumber alamnya dengan upah buruh yang sangat murah untuk proses produksi kami. Dengan menanam modal yang sedikit untuk membeli alat dan bahan produksi, kami bisa mendapatkan semua hal yang kami inginkan seperti kekuasaan politik, sosial, ekonomi,hukum,kesehatan maupun permasalahan pendidikan. Kami bisa melakukan semua hal tersebut karena kami mempunyai uang yang banyak. Dengan meminjamkan utang kepada negara ini mereka secara tidak langsung, akan mudah kami kendalikan sesuai kemauan kami agar bisa disesuaikan dengan irama mensin industri kami.

Senangnya melakukan ini menebar ilusi kebebasan kepada bangsa bodoh yang tidak mengerti alur perjuangan kami dan tidak mengerti permasalahan negara ini. Negara dunia ke tiga yang ingin sebuah kebebasan hakiki ini sudah terjebak dalam ilusi yang kami buat, mereka tidak sadar bahwa kami masih menjajah mereka. Budaya konsumsi yang kami tanamkan lewat propaganda media massa ini adalah salah satu kemenangan buat kami agar mereka terlarut oleh semua produk dari mesin kapitalis kami. Menurut mereka kebebasan untuk mengkonsumsi adalah kebebasan hakiki dari bangsa ini. Kebebasan yang aneh ini yang dimainkan oleh kami untuk menjaga keberlangsungan perkembangan industri dengan membuat semua kebohongan untuk mereka. Kebebasan seperti ini yang mempermudah kami untuk mengusai kebebasan sebenarnya dari negara jajahan kami.

Ketika sebagian mereka sadar bawah penilaian meraka salah terhadap kami, mereka terlalu terlambat untuk melawan ilusi yang sudah menghegemoni bangsa dan negaranya. Lalu kami hanya menunggu teriakan sebuah revolusi sejati yang mungkin membuat sedikit perubahan sistem negara jajahan kami. Mereka berteriak-teriak untuk melawan hasutan kami, kami menghasut semua komponen negara ini agar bertarung untuk mempertahankan kepentingan mereka. Dengan demikian kami masih bisa sedikit lama untuk mengeskplotasi negara ini di tengah pertarungan yang kami buat. Secara dratis mereka akan mengalami kemunduran dalam pergerakan mereka, karena pondasi negara mereka sudah kami hancurkan di awal pergerakan memasuki era globalisai yang kami rencanakan sebelumnya, di kosep monster industri kami yang siap menghisap apapun. Selanjutnya apa yang mereka bisa lakukan?

“kami rajin bangun dipagi hari…
kami tidak malas melawan hari…
kami tidak pernah lelah di malam hari…
kami tidak pernah mau berkerja pada orang SERAKAH DI HARI INI!!!!”

Tidak ada komentar: