Jumat, 03 Juli 2009

hegemoni

Kawan dimana perlawanan mu kini...
Setiap darah dan keringat mengalir ini...
Hanya menjadi sebuah simbol belaka...
Bukan! Ini adalah simbol kesadaran namun ilusi ini dan kondisi ini yang sangat berbahaya bagi kalian,kita dan mereka...
Negara ini miskin menjadi sebuah hal yang wajar...
Pendidikan yang mahal menjadi hal yang wajar...
UUD yang tidak memihak rakyat menjadi hal yang wajar...
Konflik budaya menjadi hal yang wajar...
Konflik agama menjadi hal yang wajar...
Kekerasan menjadi hal yang wajar...
Korupsi menjadi hal yang wajar...
Kapitalisme yang menghisap negara ini pun juga di anggap sebuah kewajaran...
Dan langkah ke hancuran ini menjadi sebuah kewajaran pada bangsa ini negara ini dan kedaulatan ini...
Lalu bagaimana nasib kaum yang sadar dirinya dijajah?
Apakah mereka diam...
Apakah mereka diam...
Apakah mereka diam...
Tidak Kawan! Kami! Tidak diam! Kami berpikir! Kami bergerak! Kami bersumpah!
Setiap detik...
Setiap menit...
Setiap jam...
Setiap waktu kehidupan kami...
Kami akan menghancurkan kewajaran ini!
Kami akan menghentikan kewajaran ini!
Kami akan bangkitkan kesadaran ini!
Hanya satu kata dibenak ku...
LAWAN!!! Perlawan tidak akan pernah berhenti...
Perlawan tidak akan pernah menyerah...
Perlawan ada pada diri kita jiwa kita ruh kita...

simponi haru

Simponi haru didalam hati...
Simponi haru dibenak ini...
Kebebasan berpikir terpenjara dalam kesunyian dan keheningan simponi haru...
Irama simponi haru meredakan dan membekukan kapabilitas rakyat dalam memerdekakan pemikirannya...
Berlalulah arus laju sebuah simponi haru di keheningan ini di kesunyian ini...
Mereka takut mereka diam dalam simponi haru...
Mereka berpikir mereka merenung dalam simponi haru...
Mereka Terus berpikir ketika zaman berganti...
Mereka Terus merenung ketika sejarah mulai berlalu...
Ini lah simponi haru...
Begitu kokoh dan begitu mencekam...
Simponi haru yang membawa ribuan irama kehancuran...

Andai Aku Jadi Presiden: Sebuah Gambaran Realitas Sosial Budaya Dunia Pendidikan

Nama saya Wildanshah kuliah pada jurusan ilmu politik angkatan 2008. pagi hari di kota perwoketo saya berfikir ketika berjalan kaki ke arah kampus tercinta, kampus fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) atau orang mengenalnya pula dengan kampus oranye. Konon katanya kampus FISIP telah mencetak mahasiswa yang kritis dan peduli dengan permasalah-permasalahan sosial, politik maupun budaya. Hari ini begitu cerah dengan di hiasi birunya langit dan kokohnya Gunung Slamet. Semangat saya begitu membara melihat lukisan Tuhan yang begitu indah. Sedikit saya percepat langkah ini untuk menuju kampus yang menyimpan jutaan misteri impian dan cita-cita setiap orang yang menjadi mahasiwa Universitas Jendral Soedirman untuk mendapatkan sebuah pendidikan.


Sepanjang perjalanan saya melihat banyak anak kecil yang berlari-larian untuk masuk ke sekolah dasar yang berada tepat di depan pendopo kelurahan Grendeng, mereka terlihat bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Namun ada yang tidak lepas dari pandangan saya ada seorang anak kecil yang sangat sibuk mencari sesuatu ditumpukan sampah dengan membawa tas yang besar berbahan seperti rajutan bambu. Banyak pertanyaan dibenak ini saat melihat tingkah laku dari anak tersebut, di antara anak-anak yang seumurannya bersekolah, kenapa dia tidak berangkat ke sekolah. Dan saya melihat sekitar saya banyak tukang becak yang hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu yang saya sendiri tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tiba-tiba ada seorang guru yang berteriak keras untuk memanggil murid-muridnya untuk masuk ke kelas karena pelajaran akan segera di mulai. Sangat terlihat kontras sekali antara nasib anak yang memulung dan tukang becak yang tidak mengeyam pendidikan.


Beberapa menit kemudian saya sudah sampai ke kampus lalu saya mencoba duduk di depan musolah sambari melihat orang yang lalu lalang karena mereka mempunyai kesibukan masing, seolah olah mereka lupa ada permasalahan yang sedang terjadi di negara ini . Namun apa yang terlihat pagi ini masih terbayang di pikiran saya, apa yang menjadi sumber permasalahan pada bangsa yang selalu menghambat negara ini, negara yang mempunyai beraneka ragam budaya dan suku bangsa maupun sumber kekayaan alam disetiap pulau-pulaunya, namun kenapa Kita tidak pernah bebas dari keterpurukan yang menjerat rakyat sampai saat ini? Mahalnya pendidikan dan mulai hilangnya budaya bangsa juga menjadi faktor keterbatasan pada negara dunia ke tiga ini untuk lebih maju.
Kondisi krisis yang menjadi kewajaran saat ini perlu direnungkan kembali, apa yang sebenarnya terjadi dalam diri bangsa Indonesia. Hal itu dapat kita mulai dari mengamati kehidupan sehari-hari yang ada di masyarakat. Berbagai kerusuhan, pencurian, dari kelas pencuri ayam sampai korupsi dan manipulasi aset kekayaan negara. Di kota-kota besar problem sosial begitu beragam. Banyak pengangguran,pengemis dan gelandangan, pencuri sepeda motor dikampus-kampus, aparat yang memungut uang administrasi di berbagai kantor hingga tepi jalan, bunuh membunuh antar etnis, peledakan gereja,masjid dan tindakan kekerasan lainnya.
Pada akhirnya saya kembali berbicara pada diri saya sendiri dan kembali berfikir sejenak, akhirnya saya tahu apa yang menjadi permasalahan.


Saya ingat dengan buku yang pernah saya baca yang berjudul “ideologi-ideologi pendidikan” dan sebuah selembaran wacana yang selalu ada di hari jumat saat saya melakukan kewajiban sebagai umat muslim. Wacana itu berisikan tetang kapitalisme penyebab mahalnya pendidikan yang dicetak oleh hizbut tharir Indonesia (HTI) dengan nama al-islam. Dengan demikian saya mulai mengingat hasil diskusi saya dengan teman-teman saya yang juga tergabung dengan Centra Peduli Unsoed CPU yang kebetulan saya salah satu dewan pimpinan dari organisasi ini yang membicarakan persoalan-persoalan yang ada pada dunia pendidikan.


Menurut pandangan saya dunia pendidikan lah yang sangat bermasalah di negara ini. Keterbatasan dana pemerintah maupun kekurangan niat pemerintah sejak orde baru untuk memacu pendidikan menyebabkan pendidikan kita juga melibatkan sektor swasta di dalamnya. Konsep berpikir kapitalistik bukan hanya melekat dalam benak pikiran para pejabat di masa orde baru dan juga melekat di benak para pengusaha di dunia pendidikan.


Babak baru kapitalis mulai memasuki dunia pendidikan membuat para pemodal yang mengatas namakan lembaga pendidikan swasta , akhirnya mereka pun berlomba-lomba untuk menarik biaya tinggi kepada anak didik maupun orang orang tua perserta didik, dengan alasan tidak adanya subsidi pemerintahan terhadap lembaga mereka. di perguruan tinggi karena penerimaan gaji dosen sedikit mereka juga mengajar di perguruan tinggi swasta. Tenaga kerja dosen dari perguruan tinggi negeri merupakan tenaga yang berkualitas yang murah harganya, dengan gaji yang murah mereka mau mengajar karena motivasi membantu atau membina, tetapi akhirnya mereka menjadi tenaga yang di eksploitasi kemampuannya. Kondisi ini mungkin dapat di anggap bantuan pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta. untuk mencari uang dan tenaga kerja murah.


Penyelengaraan pendidikan sekarang ini tidak lepas dari ideologi yang diadopsi negara. Mahalnya biaya sekolah adalah dampak logis dari diadopsinya ideologi kapitalisme oleh negara ini. Padahal ideologi ini mengharamkan peranan negara yang terlalu jauh untuk mengatur urusan yang ada dalam masyarakat. Peran negara memang sengaja di minimalkan. Dalam sistem ini negara memang di buat tidak mampu membiayai penyelenggaraan urusan masyarakat. Karena kapitalisme menetapkan sumber-sumber kekayaan yang tidak boleh dikelola negara, tetapi harus diserahkan kepada pihak swasta. Bahkan negara ini sudah terlanjur menjual BUMN (salah satunya indosat) ke pihak swasta. Dengan begitu negara tidak akan mendapatkan sumber-sumber pendapatan lagi dari kekayaan alam yang seharusnya dapat mebuat negara mampu untuk membiayai pendidikan masyarakat.


Ideologi kapitalisme juga mengharuskan pengelolaan urusan masyarakat diserahkan kepada pihak swasta. Semua sektor harus di buka lebar untuk swasta dan juga menjadi lahan bisnis karena adanya privatisasi, akibatnya biaya sekolah terus meroket. Sekolah tiba-tiba menjadi barang dagangan yang mewah bagi golongan masyarakat yang kurang mampu. Kalau ada sekolah gratis itu hanya sampai tingkatan SMP berlaku pada sekolah negeri . selebihnya, sekolah tingkat lanjut hanyalah untuk mereka yang mampu membayar mahal, tidak untuk orang miskin seperti anak yang memulung sampah dan tukang becak yang ada di sekitar kampus.
Mungkin banyak dari kita akan berkata bahwa adanya sekolah gratis sudah merupakan hal yang bagus. Sebab, baru segitulah peranan yang bisa di lakukan pemerintah untuk memberikan sekolah gratis. Karena negara tidak mempunyai sumber dana yang cukup untuk membiayai lebih dari itu.


Penjualan BUMN kepada pihak swasta yang diamanahkan undang-undang terus memperkecil sumber pendapatan negara. Akibatnya, untuk membiayai semua urusannya, negara harus membebani rakyat dalam bentuk pungutan pajak yang terus meningkat. Jika terjadi masalah, kelangsungan sekolah gratis itu bisa terancam, negara kemudian menurunkan anggaran pendidikan. Akhirnya muncul cara-cara lain seperti UU BHP agar pemerintah bisa lepas tanggung jawab pada dunia pendidikan dan ditanggungkan ke orang tua peserta didik.


Keinginan masyarakat untuk menikmati sekolah berkualitas dengan biaya murah dalam pemerintahan kapitalis jelas bertentangan dengan ideologi kapitalis. Jika masyarakat tetap menghendaki itu , yaitu negara menanggung biaya pendidikan , maka masyarakat pun harus siap untuk menanggung beban berat. Sebab biaya untuk itu harus di tanggung rakyat dalam bentuk pungutan pajak tinggi semua itu konsekuensi logis dari ideologi kapitalis yang di adopsi negeri ini.


Pada akhirnya, anak-anak dari keluarga yang tidak mampu harus puas dengan sekolah apa adanya, dan membuang mimpi untuk menikmati pendidikan tinggi. Itu artinya mereka harus membuang mimpi memperbaiki nasib keluarga. Jika dulu sekolah bisa di katakan sebagai jalan untuk memperbaiki nasib, maka mahalnya biaya sekolah, peluang perbaikan nasib itu seakan tertutup bagi mereka yang kurang mampu. Jadilah mereka yang kurang mampu terjebak terus menerus dalam lingkaran keterpurukan.
Dapat kita lihat dampaknya di tingkatan dunia pendidikan SD,SMP dan SMA negeri mengalami kemerosotan dalam operasional mereka, bukan hanya gaji guru yang minim, tetapi juga keterbatasannya biaya operasional dan biaya perawatan fasilitas hampir tidak ada. Kini tinngkat pendidikan dasar dan menengah mulai berkembang yang namanya sekolah unggulan maupun sekolah favorit, orang tua lebih suka membayar dengan harga tinggi agar anaknya masuk perguruan tinggi atau sekolah favorit, dengan harapan pendidikan anak jadi tanggu jawab guru. Sedangkan orang tua masih bisa terus berkerja untuk mencari uang untuk keberlangsungan kehidupan keluarganya.


Sekolah favorit di tingkatan dasar di cirikan oleh banyaknya mobil yang menunggu , atau menjemput anak-anak mereka. para perseta didik secara tidak sadar dimasukan ke dalam suatu lingkungan pergaulan dan budaya yang mencetak pikiran mereka bahwa teman-teman mereka serba anak orang kaya. Mereka melihat generasi muda bangsa Indonesia adalah generasi makmur padahal itu tidak sama sekali benar karena mereka telah terbentuk.oleh lingkungan yang sangat mampu untuk mengakses pendidikan dan pada akhirnya mereka melupakan orang yang tidak mampu mengases pendidikan.
Kini mulai muncul kelas percepatan , anak didik diberi pelajaran sedemikian rupa dengan harapan dapat lebih cepat kelulusannya. Program tiga tahun dipadatkan menjadi dua tahun. Mereka mungkin tidak sempat bermain, tidak sempat mengembangkan bakat emosinya, tidak sempat mengembangkan bakat seni dan budayanya. Kemampuan mereka di tekan sedemikian rupa agar hafal rumus dan cerdik melakukan pilihan ganda. Seharusnya kecerdasan intelektual juga harus di imbangi dengan kecerdasan emosional, dan bahkan kecerdasan spiritual. Seseorang tidak hanya cukup cerdas intelektualnya, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berkerja sama, kemampuan komunikasi sosial dengan teman kerja, dengan atasan maupun bawahan. Kerja sukses untuk menghadapi persoalan-persoalan lapangan adalah suatu kerjasama. Dengan demikian anak didik tidak hanya sekedar mampu memecahkan persoalan yang ada dalam kertas ujian saja, tetapi harus mampu untuk hidup dan menghadapi kehidupan.


Masyarakat kita masih harus belajar untuk menghargai orang berkerja, orang yang memiliki keterampilan. Saat ini sekolah umum sangat banyak , sedangkan sekolah keterampilan jauh berkurang. Tidak ada sekolah menengah pertanian, sekolah menengah pertukangan dan sekolah menengah perkebunan.
Untuk saat ini orang banyak merasa hina untuk menjadi petani atau pengelola lahan. Karena profesi petani selama bertahun-tahun menjadi korban kebijakan pemerintahan, korban tengkulak, sehingga mereka merupakan masyarakat yang menerima beban derita berkelanjutan. Di jaman Belanda terdapat program tanam paksa sekarang malah terdapat program pemaksaan tanaman.
Orientasi berpikir dalam pendidikan juga perlu kita evaluasi kembali, pendidikan dasar bukan dirancang oleh seorang profesor maupun sarjana ekonomi seperti sekarang ini tetapi harus dirancang oleh para guru sekolah dasar. Banyak contoh para profesor yang tidak mampu mendidik anak kandungnya sendiri, dan mereka diminta memberikan nasehat dan rancangan konsep pendidikan sekolah dasar hingga menengah untuk membuat lebih berantakan lagi dunia pendidikan.


Banyak kenyataan yang membuka mata saya betapa bobroknya keadaan dunia pendidikan di Indonesia. Dimulai dari sistem pendidikan, kurikulum pendidikan dan adanya komersialisasi pendidikan. Menurut saya seharusnya pendidikan menjadi pondasi yang sangat kuat untuk membangun laju perkembangan dari sebuah negara. Namun hal ini terlalu di anggap remeh oleh pihak pemerintahan karena bagi mereka kemajuan sebuah negara di lihat dari kemajuan sektor ekonomi, akhirnya pemerintah melupakan hal yang paling mendasar yaitu sebuah pendidikan untuk semua golongan masyarakat dari masyarakat bawah sampai kalangan masyarakat atas .


Seadainya saya menjadi Presiden, fokus utama saya bagaimana membangun sebuah pendidikan yang membebaskan masyarakat dari belenggu permasalahan yang menimpa masyarakat saat ini. Bukan pendidikan yang mencetak peserta didik yang hanya siap kerja namun juga mencetak peserta didik agar peduli untuk membangun kemajuan negara. Tidak hanya memperdulikan kemajuan dirinya sendiri namun juga kemajuan orang lain. Ketika pendidikan bansa ini berkembang saya yakin faktor yang lain pun akan terus berkembang mengikuti lajutnya perkembangan pendidikan seperti ekonomi,sosial maupun politik akan jauh berkembang.


Dengan membentuk sebuah wadah pendidikan gratis untuk mempelajari hal yang lebih bersifat kejuruan dan tidak hanya pendidikan yang bersifat formal yang di di berikan perhatian oleh pemerintah namun pendidikan yang informal pun harus diperhatikan. Setiap kegiatan yang bersifat pendidikan mendapat ruang sebebas-bebasnya untuk menggunakan prasarana publik. Ini akan menjadi bentuk apresiasi yang sangat besar dari pemerintah untuk peserta didik.


Pendidikan tidak harus dibatasi oleh kurikulum yang ada. Pendidikan untuk masyarakat seharusnya disesuaikan dengan permasalahan yang ada di depan mereka sehingga mereka mampu menjawab setiap persoalan-persoalan yang menghambat ke hidupannya. Pendidikan harus menekankan kepada budaya bangsa agar mereka lebih menghargai pentingnya sebuah pendidikan bukan hanya menjadi ajang pamer semata.


Lebih menghargai hasil kerja para pendidik karena tugas yang mereka lakukan lebih berat ketimbang tugas yang diamanatkan militer untuk menjaga kesatuaan negara. Tugas para pendidik sebenarnya membuat peserta didik menjadi manusia seutuhnya agar mampu menjaga kemajuan negaranya. Dengan cara menaikan sumber daya manusia yaitu para pendidik sehingga dapat mengajarkan banyak hal kepada peserta didik
Memutuskan hubungan dengan pihak asing dan berusaha untuk mendapatkan kembali BUMN yang sudah dijual untuk menjadi pendapatan tetap negara untuk pembangunan. Memfokuskan pendapatan negara untuk pendidikan dan prasarana umum.

Menjamin masyarakat untuk mengakses pendidikan gratis di daerah manapun di Indonesia tanpa campur tangan pihak swasta. Sehingga masyarakat tidak terlalu di bebani untuk mencari uang yang banyak buat mengakses pendidikan dan mehilangkan budaya diskriminasi di dalam dunia pendidikan. Dengan dimikian masyarakat bisa memfokuskan kehidupan sosial, politik dan budayanya termasuk ekonomi untuk kemajuan negara.
Akhirnya saya menghentikan lamunan ini karena ada seseorang yang memanggil. Orang tersebut bernama Jatmono, dia adalah Presiden BEM di FISIP dia mengigatkan saya dengan tugas-tugas yang di berikan ke saya yang selaku anggota BEM untuk menyelesaikan program taman bacaan untuk masyarakat di Desa Gandatapa. Begitu pentingnya bagi saya arti dari pendidikan. Semua impian dapat diraih ketika kita dapat sebuah pendidikan. Seperti halnya negara Jepang sangat displip dengan permaslahan pendidikan akhirnya mereka menjadi negara yang sangat maju. Saya mulai bangkit dari tempat yang membuat saya berpikir tentang realitas social budaya di dunia pendidikan. Kembali menjalani rutinitas dan berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dosen mungkin saja saya akan menjadi Presiden ketika saya berhasil dalam berproses dalam lembaga pendidikan yang bernama UNSOED

virus kapitalis bikin penyakit?kok?

Mungkin terlihat sangat aneh sekaligus terasa membingungkan ketika kita berpikir bahwa kapitalisme disebut sebagai virus yang ikut campur dalam hal yang bersifat medis yaitu penyakit. Dua hal yang jelas berbeda namun ternyata ada keterkaitan. Keterkaitan itu pun tidak terlepas dari sistem ekonomi kapitalis yang selalu berusaha bergerak mencari sebuah peluang untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya agar selalu tetap memenuhi kebutuhan ekonomi para penguasa, penanam modal dan pelaku dari kapitalis sendiri karena Budaya konsumtif sangat dominan di kalangan masyarakat saat ini.

Kapitalis masuk dalam dunia medis berawal dari pesatnya kemajuan industri makanan (fast food). Ini bisa dijelaskan dengan budaya menu rata-rata orang modern yang memang tergolong sakit, karena menu harian mereka rata-rata bersifat ampas akibat diolah pabrik, salah penyimpanan, diawetkan dan diberi zat kimia,sebagian besar vitamin mineral dalam menu sudah hilang yang tersisa hanya kalori. Namun Sistem yang telah mempertemukan semua potensi ekonomi dalam logika pasar, termasuk industri makanan sendiri. Perhitungan tetang resiko medis dampak dari fast food pun di tinggalkan demi meraih laba sebesar-besarnya. Kuatnya prisip penumpukan laba ini menarik semua kekuatan ekonomi dirangsang untuk memompa tuntutan konsumsi sekaligus mewujudkan tatanan masyarakat alternatif. Masyarakat yang ditata mengikuti proses produksi serta tunduk pada setiap logika yang berlaku dalam mesin ekonomi namun seharusnya proses produksi yang mengikuti tatanan pada masyarakat.

Segala bentuk resiko yang menyerang tubuh dan mengancam kesehatan dianggap sebagai kewajaran yang tidak bisa dihindari dan bila mana perlu,tubuh bisa dikocok-kocok supaya menyesuaikan diri dengan irama mesin industri. Berbagai produk suplemen kini mulai menyerbu pasar dengan janji-janji untuk memulihkan dan meningkatkan stamina. Status tubuh kemudian bergeser bukan lagi sebagai milik individu, tetapi selalu harus dicocokkan dan disesuaikan dengan tuntutan industrialisme, selanjutnya dampak dari ini industri farmasi menjadi babak baru dari kapitalisme global.

Saat ini industri farmasi adalah salah satu kekuatan terbesar dalam dunia ekonomi. Melalui industri farmasi, semua jenis penyakit tidak lagi ditangani sebagai bahaya yang harus dimusnakan, melainkan di minimalisir gejalanya saja untuk menjaga kestabilan dari produksi obat-obatan. Berbagai jenis produk obat yang beredar di pasaran justru semakin merangsang munculnya jenis penyakit baru. Sampai-sampai muncul istilah “perut apotek” yang merujuk pada kebiasan mengkonsumsi obat-obatan. Dengan memikat konsumen supaya memiliki tubuh langsing, sejumlah perusahaan farmasi mencoba untuk memproduk obat-obat diet untuk mencari keuntungan yang besar tanpa memperdulikan efek samping dari obat tersebut karena indutri farmasi hanya ingin menjual hasil produksinya secara besar-besaran agar memperoleh laba yang besar. padahal banyak kasus dimana pil diet bukan membuat tubuh menjadi langsing tetapi malah mengakibatkan resiko katup jantung.

Upaya masyarakat untuk melakukan tuntutan hukum di Indonesia selalu menghadapi jalan buntu. Terhadap produk obat yang membawa malapetaka kesehatan bagi masyarakat, paling banter pemerintah hanya menarik produk dari pasaran.tapi tidak ada pemberian ganti rugi bagi konsumen. Kedudukan konsumen yang lemah juga menyebabkan industri farmasi dalam posisi yang kebal. apotek dan dokter adalah kekuatan penyangga perusahaan farmasi yang motif utama mereka mengeruk laba. Lalu siapa yang dirugikan oleh kondisi seperti ini? Jawaban awam saja akan menunjuk kalau ini semua akan membawa korban bagi konsumen sudah sakit,uang terkuras dan bisa meninggal pula. jahatnya virus kapitalisme membuat orang terjerat dalam hegemoni yang membunuh perlahan-lahan dan selalu mempunyai cara yang licik untuk mencari keuntungan sampai-sampai manusia dijadikan komoditi belaka. “tidak memperdulikan serangan adalah harapan iblis dari manusia” Edmud Burke.
Jadi!! bergerak dan lawan!! keep resistan!!

Inspirasi dari: film surplus dan buku orang miskin dilarang sakit.

seyum si orang gila

kenapa si mereka...
melihat ku sambil tertawa...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
melihatku sinis, aku hanya berteriak untuk sebuah kebebasan...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
terlalu sibuk dengan kehidupan dunianya....
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
selalu melakukan hal-hal begitu saja...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
belum sadar dirinya sedang dijajah...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
selalu berbuat dosa di dunia ini...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

kenapa si mereka...
padahal dulu aku seperti mereka sebelum aku menjadi gila...

untung aku gila...
bebas dari hukum...
bebas dari dosa...

kenapa si mereka...
tidak menjadi sepertiku...
agar mereka bebas dari apa pun...

apa tuhan tidak membuat mereka sepertiku?
yang bebas dosa...
yang bebas hukum...

mereka akan masuk surga...
mereka akan masuk neraka...

lalu...

aku akan dimana?
siapa yang membuat ku gila?
lalu kenapa tuhan terlalu baik dengan ku...

sudah lah sepertinya aku mulai mengerti...
aku tersenyum walaupun aku tidak tahu makna yang ku tangkap....

“Seyum Dan Ilusi Kami”

Hari ini semu terlihat biasa saja, semua melakukan rutinitas yang memang seharusnya di lakukan. Berkerja maupun terdiam terkapar di bawah kolong jembatan karena tidak mempunyai perkerjaan. Semua sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bagi mereka hari ini penuh dengan kewajaran tanpa adanya kejanggalan. Ini menjadi sebuah keuntungan bagi kami untuk menjajah dan mengeskplotasi negara ini. Negara yang kaya akan sumber alamnya dengan upah buruh yang sangat murah untuk proses produksi kami. Dengan menanam modal yang sedikit untuk membeli alat dan bahan produksi, kami bisa mendapatkan semua hal yang kami inginkan seperti kekuasaan politik, sosial, ekonomi,hukum,kesehatan maupun permasalahan pendidikan. Kami bisa melakukan semua hal tersebut karena kami mempunyai uang yang banyak. Dengan meminjamkan utang kepada negara ini mereka secara tidak langsung, akan mudah kami kendalikan sesuai kemauan kami agar bisa disesuaikan dengan irama mensin industri kami.

Senangnya melakukan ini menebar ilusi kebebasan kepada bangsa bodoh yang tidak mengerti alur perjuangan kami dan tidak mengerti permasalahan negara ini. Negara dunia ke tiga yang ingin sebuah kebebasan hakiki ini sudah terjebak dalam ilusi yang kami buat, mereka tidak sadar bahwa kami masih menjajah mereka. Budaya konsumsi yang kami tanamkan lewat propaganda media massa ini adalah salah satu kemenangan buat kami agar mereka terlarut oleh semua produk dari mesin kapitalis kami. Menurut mereka kebebasan untuk mengkonsumsi adalah kebebasan hakiki dari bangsa ini. Kebebasan yang aneh ini yang dimainkan oleh kami untuk menjaga keberlangsungan perkembangan industri dengan membuat semua kebohongan untuk mereka. Kebebasan seperti ini yang mempermudah kami untuk mengusai kebebasan sebenarnya dari negara jajahan kami.

Ketika sebagian mereka sadar bawah penilaian meraka salah terhadap kami, mereka terlalu terlambat untuk melawan ilusi yang sudah menghegemoni bangsa dan negaranya. Lalu kami hanya menunggu teriakan sebuah revolusi sejati yang mungkin membuat sedikit perubahan sistem negara jajahan kami. Mereka berteriak-teriak untuk melawan hasutan kami, kami menghasut semua komponen negara ini agar bertarung untuk mempertahankan kepentingan mereka. Dengan demikian kami masih bisa sedikit lama untuk mengeskplotasi negara ini di tengah pertarungan yang kami buat. Secara dratis mereka akan mengalami kemunduran dalam pergerakan mereka, karena pondasi negara mereka sudah kami hancurkan di awal pergerakan memasuki era globalisai yang kami rencanakan sebelumnya, di kosep monster industri kami yang siap menghisap apapun. Selanjutnya apa yang mereka bisa lakukan?

“kami rajin bangun dipagi hari…
kami tidak malas melawan hari…
kami tidak pernah lelah di malam hari…
kami tidak pernah mau berkerja pada orang SERAKAH DI HARI INI!!!!”

kamu cantik jadi kamu yang dibela

kamu cantik jadi kamu yang dibela
0leh:Wildanshah

Pada suatu tempat yang diselimuti hawa politik memanas karena pesta

demokrasi sudah di mulai. ternyata didalam suasana meriahnya pesta

tersebut ada sebuah kisah menarik dari dua orang wanita Indonesia yang

pergi untuk mencari sebuah kehidupan di negara tetangga. Dua wanita

tersebut bernama Manohara dan yang satunya sebut saja Manoharam .

mempunyai nama serupa namun tak sama, mempunyai kehidupan yang tak

sama namun bernasip sama.



Mereka berdua terlahir berbeda, dengan wajah yang berbeda dan pendidikan

yang berbeda pula. Manohara besar dikalangan orang kaya yang mampu

menjadikanya sesosok model yang cantik nan rupawan. Sedangkan

manoharam yang tidak begitu cantik namun bisa di bilang jelek dibesarkan

dikalangan orang miskin sehingga mencetaknya menjadi orang yang hanya

mampu berkerja kasar karena tidak mengeyam pendidikan.



Pada waktu dan tujuan yang berbeda mereka pergi menuju negeri tetangga

untuk mencari kehidupan mereka. beberapa lama tinggal di malaysia

manohara ternyata dipersunting oleh seorang pangeran yang ada di


Malaysia. Berbeda sekali dengan nasib manoharam yang malah menjadi

tenaga kerja wanita (TKW). Mereka menjalani rutinitas masing-masing dengan permasalahan yang berbeda.


Hari pun telah mereka lewati, ternyata Malaysia tidak seindah bayangan

mereka. padahal bayangan mereka bahwa negara ini sangat indah dan

nyaman yang mungkin saja merubah nasib mereka. tidak terbesit dibenak

mereka ternyata takdir membawanya kearah kekerasan yang menimpa ke

dua wanita tersebut, manohara di aniaya oleh suaminya sedangkan

manoharam disiksa oleh majikannya. Pada akhirnya mereka kembali ketanah

air Indonesia.



Berita di siksanya dua wanita ini menyebar kesetiap pelosok negeri ini.

Mereka menjadi sorotan masyakat, berita mereka selalu hadir mewarnai

masyarakat. Tidak lama salah satu berita yang biasa berbarengan tersebut

hilang. Kasus manoharam mulai dihilangkan media dan tidak ada lagi tindak

lanjut negara dengan kasus yang menimpa manoharam berbeda sekali

dengan kasus yang menimpa manohara masih sangat hangat bahkan kisah

hidupnya pun dijadikan salah satu judul sinetron di layar kaca.

Pada suatu kesempatan dua wanita tersebut bertemu dan melakukan dialog:



Manoharam: sial sekali nasibku dan teman ku yang menjadi TKW. padahal julukan kami pun sangat baik di Indonesia sebagai pahlawan devisa. Namun tidak ada seorang pun yang menjamin kehidupan kami para TKW untuk mendapatkan Hak kami. Setiap masalah yang menimpa kami pasti negara hanya bersifat Formalitas untuk mengurus kami tidak ada tindak lanjut dari pihak yang mengaku negara.

Manohara: hahaha… tidak kok… negara baik pada ku. Buktinya saja mereka mengeluarkan semua pengacaranya untuk membantuku menuntut suamiku yang di Malaysia…

Manoharam: namun kenapa mereka melakukan kami tidak sama dengan mu manohara? Padahalkan kita sama-sama wanita yang lahir di Indonesia ini.. kenapa perlakuaan negara berbeda terhadap kau yang seorang model dan kami yang hanya menjadi TKI. Aku memang tak secantik kau. Namun aku merasa padahal kontribusi untuk negara ini kami lah penyumbang terbesarnya. Padahalkan kamu tak berbuat apa2 untuk negara ini.. aku masih bingung apa yang terjadi pada negara ini ya?

Manohara : kamu tak usah bingung seharusnya kamu yang berpikir…. Kan kasus TKW yang di siksa majikan sudah menjadi kewajaran buat negara yaa sudah menjadi jal yang biasa lah.. jadi tidak perlu dipikirkan.. kalo aku kan berbeda, aku menjadi kasus baru semua media memberitakan diriku dengan judul “manohara yang cantik jelitan model yang hot banget di siksa di Malaysia” semua orang pasti akan melirik padaku.. coba kau berpikir manoharam kasus mu selalu saja sama dengan teman-teman mu. Namun hanya berbeda saja akhirnya ada yang mati,cacat smpai gila. Yaa. Mebosankan hanya itu itu saja…

Manoharam: oh mungkin memang benar… aku yang berwajah tidak secantik kau tidak pernah di pedulikan di negara ini… Indonesia yang ku cintai ini ternyata tidak setia terhadap wanita yang kurang cantik ya…kalo seperti itu aku harus merubah muka ku dulu agar negara ini menjadi sayang padaku... lalu aku akan tertawa ceria ketika aku tidak tahu harus berbuat apa pada hidupku nanti.

Manohara: sudahlah manoharam.. negeri ini hanya di pegang oleh beberapa golongan, 1.golongan yang memegang ekonomi 2. golongan yang memegang kekusaan politik 3. golongan yang memegang sector social dan yang ke 4.adalah orang cantik.sepertiku.hahhahahaha…. tuhan saying sekali terhadapku.. tapi aku tidak tahu tuhan sayang tidak terhadapmu manoharam.

Akhirnya dialog singkat mereka selesai. Manoharam dan manohara berpisah dan menjalani eksitensi mereka yang sudah meraka lakukan. Negara ini sangat indah semua untuk yangindah namun bagi yang tidak indah.maaf kalian bukan dari negara ini.

Berpikirlah kawan apa kita mau terus seperti ini? Hanya bisa bilang.. ini si wajar….

Mustahil menjadi orang baik dan orang hebat sekaligus, kecuali kau seorang nabi. Bila harus memilih, pilihlah untuk menjadi orang hebat, karena orang baik sesungguhnya tak pernah benar-benar ada.

Tugas orang hebat adalah membentuk dunia ketika para orang baik menyerah dan memilih "beristirahat" dari dunia. Orang hebat adalah para pemenang, orang baik adalah para pecundang.

Satu-satunya yang menarik dari menjadi orang baik adalah bahwa mereka "nampaknya" akan masuk surga. Demikianlah, para pecundang hanya bisa bersandar pada janji-janji di masa mendatang. (dihantui tuhan:14 juni 2008)

autismetal

waduch!!!!

autis dan metal... serupa tapi seni rupa.... blog baru si orang goblok...mau?
mulai mulai mulia... bikin blog buat yang baca go blog....

ga tau kenapa gw pengen bikin blog.. apakah buat iseng apa buat nyari air di tanah arab...

banyak orang tau manusia itu lahir ke dunia pas dinosaurus pergi ke barat mencari kitab suci bersama digimon buat membuat umat di dunia menjadi lebih baik... yaaaa yay yayaya....

nanti gw akan isi semua isi blog ini dengan semua pemikiran orang go blog...

berpikir bebas tanpa ada tekanan...

berpikir lalu berteriak ke laut nunggu monyet yang berenang....

dari si prespektif i autismetal.... melihat dunia...